About Me

Aku Anak Indonesia yang Cinta Bangsa Ini. Aku Anak Indonesia bukan dari satu partai manapun, bukan dari satu golongan apapun atau dari kelompok manapun. Aku Anak Indonesia, hanya rakyat biasa yang ingin bangsa ini menjadi besar dengan menghormati pemimpin pilihan rakyatnya. Dengan menghormati pemimpinnya maka akan menghormati rakyat negeri ini. Kritik dan kritis adalah sikap dan perilaku yang harus dibangun bangsa ini dengan jiwa  ksatria, jujur dan santun. Lebih baik memilih “Menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan”. Ambil sisi positif pemimpin negeri ini, kubur sisi buruk pemimpin negeri ini untuk dijadikan pengalaman dan sejarah berharga bagi bangsa ini untuk menjadi besar.

Ketika Era Orde Baru

Setiap orang mengkritik presiden adalah hal yang tabu. Bukan hanya tabu tetapi sesuatu yang sangat menakutkan dan mengerikan. Ketika kritikan tersebut sudah mulai menimbulkan aroma tidak sedap di telinga penguasa. Meski saat itu sang Penguasa tidak mendengar, tetapi para punggawa yang setia sudah bergerak menunjukkan kegarangannya. Dengan kekuatan militer penuh para kritikuspun akan dilumatnya. bahkan tanpa segan-segan untuk di Sukabumikan atau jasadnya hilang tidak tahu kemana tetapi tinggal nama yang menghiasi media.

Era Demokrasi

Di era paska reformasi ini bukan hanya eforia demokrasi yang bergejolak mendominasi sikap para rakyat untuk menyikapi presidennya. Setiap orang bebas mengkiritik, mengumpat, bahkan menuduh presidennya penuh kebohongan dengan tanpa beban dan tanpa etika. Ucapan yang sangat tidak santun kerap terdengar di telinga sesama suadara sebangsa. Sayangnya itu dilakukan juga oleh elit bangsa yang seharusnya diteladani.

Di era demokrasi ini seseorang demi kepentingan politik dan pribadinya dengan jumawa seperti manusia yang paling suci dan paling benar selalu mendiskriditkan pemimpinya tanpa alasan dan pertimbangan rasional yang jelas. Bagi kaum kritikus yang cerdas dan santun mungkin patut diapresiasi. Tetapi kelompok terbanyak dan terbesar justru kelompok yang asal mencari kesalahan pemimpinnya tanpa solusi yang jelas dan yang pasti demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Justru kelompok inilah yang sangat disukai oleh para media yang saat ini sebagian dikuasai oleh politikus.

Kelompok politikus yang berdiri di belakang media inilah, demi kepentingan pribadi dan kelompok politiknya melakukan penggalangan opini yang sistematis, sangat vulgar tetapi sayangnya sangat tidak santun dan sangat tidak sportif dalam menjatuhkan wibawa kepemimpinan dan pemerintah yang sedang berjalan. Strategi hebat itu selalu dibangun terus dan berkelanjutan secara provokatif berlebihan yang bertujuan menggerus kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya. Mungkin saja sebagian manusia Indonesia yang cerdas dan pintar pasti muak dan jengah dengan skenario para “media milik politikus” itu. Tetapi sayangnya penggalangan opini yang jahat itu diterima mentah-mentah oleh kelompok rakyat yang terbatas rasionalisasi dan edukasinya.

Sehingga yang terjadi adalah pesan penting pemimpin untuk bangsa ini seringkali tidak dapat tersampaikan dengan baik kepada rakyatnya. Pemimpin Indonesia saat ini meski dalam era kecanggihan teknologi kopmunikasi justru kesulitan melakukan komunikasi dengan rakyatnya. Pesan moral dan pesan kebangsaan untuk membangun bangsa ini seringkali tidak tersampaikan untuk rakyatnya dengan baik.  Berita di media hanya didominasi oleh pesan bahwa setiap yang dilakukan pemerintahnya adalah buruk, dan setiap apa yang dilakukan pemimpinnya adalah salah. Di media masa itu hampir tidak ada berita positif untuk bangsa ini dan informasi positif untuk pemimpinnnya. Segala kebaikkan pemimpinnya tergerus oleh fitnah dan pengadilan jalanan para media masa itu bagi pemimpinnnya.

My President My Hero

Karena masalah bangsa itulah maka My President My Hero tergerak untuk ikut menyejukkan dan memajukan Indonesia dengan Opini Positif. My President My Hero harus ikut mendorong menyrerukan opini degan jujur, santun dan cerdas. Lebih baik memilih “Menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan”

Meskipun kritik itu harus selalu ada bagi pemimpin negeri ini. tetapi kesantunan dan kecerdasanlah yang harus diutamakan bagi rakyat ini untuk menghormati pemimpinnya yang telah dipilih oleh sebagian besar rakyat yang memilih. Di era demokrasi ini rakyat bebas mengkritik dan harus mengingatkan pemimpinnya bilsa menyalahi etika dan aturan hukum yang ada. Tetapi tidak dengan memaksakan kehendak, dan bertindak paling benar dan selalu menganggap pihak lain salah. Ketahuilah bahwa kebenaran itu adalah milik sang pencipta Alam ini. Kebenaran bukan milik partai tertentu atau pribadi tertentu sepintar apapun dia. Bagi kelompok rakyat yang kalah dalam kepemimpinan negeri ini sebaiknya bersabar untuk perjuangan bangsa di era selanjutnya. Bila setiap pemimpin bangsa selalu didiskriditkan dan tidak diberi ruang berkomunikasi dengan baik kepada rakyatnya maka bangsa ini hanya terjerat oleh perseteruan komunikasi media yang sangat buruk dan tidak mendidik bagi bangsa ini. Bangsa besar ini hanya berkutat dalam debat kusir tidak berkualitas, saling memaki dan saling menyalahkan tanpa bisa bangun dan berdiri untuk mengejar keterpurukannya.

My President My Hero. Show Must Go On. Percayalah sebagian besar rakyat pemilihmu akan berdiri dibelakang melawan gangguan para pengecut yang tidak pernah ksatria itu. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Suara Tuhan telah memilih sosok kehebatanmu untuk memimpin negeri. Jangan gamang, jangan ragu dan jangan takut sedikitpun.

My president berkehidupanlah yang jujur, cerdas dan santun selalu.

My hero Aku bangga padamu

Suported By

My President My Hero

Sejukkan dan Majukan Indonesia dengan Opini Positif. Serukan opini dengan jujur, santun dan cerdas. Lebih baik memilih “Menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan”.

Aku Anak Indonesia yang Cinta Bangsa Ini. Aku Anak Indonesia bukan dari satu partai manapun, bukan dari satu golongan apapun atau dari kelompok lainnya. Aku Anak Indonesia yang hanya rakyat biasa.

Copyright@2012. My President My Hero: Informasi, Edukasi dan Opini Untuk Bangsa. All rights reserved

Satu Balasan ke About Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s